imageimage

Selamat Datang di Sendawar.com. Kami senang karena pada akhirnya dapat mengubah tampilan website ini menjadi lebih menarik dan elegan. Kami menyadari bahwa esensi sebuah website adalah informasi yang tersaji didalamnya. Tanpa hal itu, apalah arti tampilan luar. Untuk itulah Masukan dan saran sangat kami harapkan untuk memajukan Sendawar kita yang tercinta ini.
Sebagai informasi tambahan, web ini tidak berafiliasi dengan website manapun dan bukan website resmi pemkab kutai barat
Salam Hangat

Julis Suryadi
Admin

.:: Sendawar.com ::.

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by Admin Friday, 13 January 2012 17:56

There are no translations available.

 

Publikasi Kecamatan Dalam Angka tahun 2011 se- Kabupaten Kutai Barat merupakan publikasi yang mencakup data dasar yang mencakup kewilayah an terkecil (kampung)data tersebut sangat berguna bagi perencanaan pembangunan maupu data dasar dalam rangka mengenal lebih dekat wilayah-wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Barat beserta potensi yang terkandung didalamnya. Untuk memperoleh publikasi tersebut silahkan klik pada nama kecamatan yang diperlukan
Bongan | Jempang | Penyinggahan | Muara Pahu | Siluq Ngurai | Muara Lawa | Bentian Besar | Damai | Nyuatan | Barong Tongkok | Linggang Bigung | Melak | Sekolaq Darat | Mook Manaar Bulatn | Long Iram | Tering | Long Hubung | Laham | Long Bagun | Long Pahangai | Long Apari

taken from : BPS kubar blog

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 23 December 2011 14:23 Written by jokypijatan Wednesday, 17 March 2010 16:51

There are no translations available.

  1. Hudoq merupakan pagelaran terbesar di Kalimantan Timur dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 150 - 200 penari Hudoq dalam wilayah Kecamatan Long Pahangai. Tari Hudoq terdiri atas Hudoq (topeng kayu) ditambah dengan aksesoris sebagai kelengakapan dan seluruh tubuh si penari di bungkus dengan daun pisang (tutul Hudoq). Hudoq dilakukan setelah menugal (menanam padi) dengan tujuan untuk mengusir roh jahat yang dikawatirkan akan mengganggu tanaman padi seperti datangnya hama padi serta berbagai gangguan lainya baik oleh binatang maupun alam. Tari Hudoq biasanya dilaksanakan dalam bentuk upacara adat (ritual) melalui beberapa tahapan yang bersifat sakral dengan puncak upacara adat adalah Ngawit pada hari terakhir. Disamping sebagai upacara adat, sekarang dapat juga dilaksanakan sebagai atraksi yang di pagelarkan pada acara tertentu.
  2. Nemlaai merupakan ungkapan dari berbagai macam keberhasilan, kemenangan dan kesatriaan. Nemlaai berasal dari bahasa anak suku dayak Long Glaad mempercayai bahwa ada dan kekuatan yang tinggi,berasal dari Tuhan (Tapennyui) maupun dari roh - roh lain yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia, khususnya kaum pria. Manusia harus mengadakan hubungan arif balik dengan kekuatan tersebut melalui tata cara adat,diantaranya adalah upacara arif Nemlaai. Dengan melaksanakan upacara arif Nemlaai, maka mereka akan terhindar dari malapetaka dan memperkuat daya tahan tubuh sehingga dapat menguasai segala tantangan agar menjadi seorang pria perkasa, gagah berani dan tidak kenal menyerah dalam segala hal baik dalam menjalankan kehidupan sehari - hari maupun dalam menaklukan musuh. Beberapa jenis Nemlaai berdasarkan tujuannya antara lain : Nemlaai Ma’aaic anak pria, Nemlaai Penbih, Nemlaai Sekali, Nemlaai Ne Kenaiz, Nemlaai Lemlai’ Arif dan Nemlaai Empeak Eak.
  3. Kunjungan ke Long Pahangai, akan melintasi Riam Udang dan Riam Panjang antara Kecamatan Long Bagun dan Long Pahangai. Riam arus deras ini sangat menantang keberanian sang jago Rafting Dunia.
  4. Alaq Ta’u merupakan upacara adat yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun sebagai tahunan oleh warga dan masyarakat adat suku Kenyah khususnya bagi suku Kenyah Umaaq Timai di Kampung Batu Majang Kecamatan Long Bagun upacara adat ini dilakukan pada saat menjelang tanam padi atau saat merencanakan dan menentukan hari yang tepat menurut hitungan nenek moyang dan para leluhur untuk memilai upacara menanam padi (menugal). Adapun cara memilih dan menentukan hari pertanda dimulainya kegiatan menanam padi di Kampung bagi masyarakat peladangan suku Kenyah karena setelah pelaksanaan upacara adat Umaaq Timai yang umumnya berladangan diperbolehkan melangsungkan kegiatan menuggal / menanam padi.
  5. Maleng Ta’u merupakan upacara adat yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun dan harus dilakukan secara adat setiap tahunnya oleh warga dan masyarakat adat suku Kenyah khususnya bagi suku Kenya di Kampung Datah Bilang Ilir Kecapada Kecamatan Long Hubung. Upacara adat ini dilakukan pada saat menjelang tanam padi atau saat merencanakan dan menentukan pembukaan lahan atau ladang. Upacara adat Maleng Ta’u dalam pelaksanaannya hanya dapat dilakukan pimpinan oleh seorang Imam Adat yang telah mendapat pengakuan dan dikukuhkan oleh tokoh adat melalui upacara adat pentahbisan dengan gelar NGAMEN BAI’ melalui seorang Imam adat Mengamen Bai’ inilah segala niat, rencana, maksud dan keinginan ataupun permohonan disampaikan kepada para Dewa seperti Bungan Malan Peselung Buan (sang pencipta), melalui Kamen Bai’ untuk pembukaan lahan / ladang.
  6. Mangosang adalah serangkaian berbagai acara ritual dan arif bagi masyarakat suku Aohoeng. Merupakan wujud kegembiraan, rasa syukur atas limpahan rejeki, keselamatan dan kemenangan. Ditunjukan untuk membersihkan arif dari segala macam hal - hal yang kurang baik dan tidak menguntungkan masyarakat. Upacara arif ini ditandai dengan penyalaan api baru sebagai sumber segala kehidupan manusia dengan penyalaan api baru maka keluarga dan masyarakat diharapkan arif dapat semangat baru untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik lagi di masa mendatang. Upacara arif ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan pengesahan atau pengakuan, penobatan serta pengukuhan status dalam masyarakat yang dalam pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk berbagai upacara arif.
  7. Upacara Adat Mamat Kampung Datah Bilang Ulu Kecamatan Long Hubung. Upcara Mamat adalah budaya leluhur suku Kenyah yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai ungkapan rasa syukur dan suka cita setelah panen. Upacara Adat Mamat merupakan upacara yang diagungkan oleh masyarakat suku Kenyah baik Umaaq Bakung maupun Lepoq Tau. Upacara Adat Mamat merupakan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan setelah para pahlawan berhasil dalam peperangan (Ngayau). Saksikan peristiwanya pada pertengahan Oktober 2009.
 

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Monday, 26 April 2010 15:41 Written by Admin Monday, 26 April 2010 15:36

There are no translations available.

Dengan kekayaan alam melimpah, Kabupaten Kutai Barat tidak hanya cocok untuk investasi tapi juga akan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan.

Julukan lading emas di Kalimantan Timur bagi Kutai Barat bukanlah kiasan semata. Daerah ini benar-benar tambang emas dalam arti yang sebenarnya. Fakta menunjukkan, tak kurang dari 10.800 ton emas per tahun bisa dihasilkan dari perut bumi daerah ini. Sementara itu, tambang perak dalam priode yang sama,bias diproduksi tak kurang dari2.700 ton,selama 10 tahun (1992-2002).

Belum lagi bahan tambang intan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta prospek masa depan, seperti batubara, kaolin, batu kapur, pasir kuarsa, sarang burung walet alam, rotan, garu, dan lain-lain “dari 21 kecamatan yang kami miliki,hanya satu kecamatan,yaitu kecamatan penyinggahan,yang wilayahnya tidak memiliki deposit batubara,” kata Bupati Kutai Barat Ismail Thomas. Diperkirakan, tak kurang dari 4 miliar ton batubara bisa dihasilkan dari daerah ini. Bahkan, minyak dan gas bumi pun, menurut hasil penilitian juga terdapat dibumi tanaa purai ngeriman atau tanah yang sangat subur ini. Tak hanya pertambangan yang menjadi potensi adalah Kutai Barat, masih banyak yang lain. Hutan,misalnya. Dari total lus wilayahnya yang mencapai 31.628,70 kilo meter persegi, 70 persennya merupakan hutan dengan berbagai produk baik kayu maupun nonkayu. kayu meranti, ulin, nyatoh, bangkirai, benuang, rotan, bamboo pakis, hingga anggrek adalah kekayaan yang terdapat dih utan kabupaten yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi.S umbangan sektor kehutanan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 46 persen.

Sedangkan dari sektor perkebunan, hingga saat ini komoditi yang telah dikembangkan adalah karet dan kelapa sawit. Luas perkebunan karet yang telah dimanfaatkan seluas 27.965,68 hektare. Sementara itu, rotan dari Kutai Barat memberikan sumbangan sebesar 18 persen dari total kebutuhan rotan nasional yang sebesar 350.000 ton. Sarang burung walet yang terkenal mahal dan merupakan komoditi langka, didaerah ini juga cukup melimpah. Dalam setahun, sarang yang dibuat burung yang tinggal di gua-gua itu mampu diproduksi hingga 6,5 ton. Sarang burung walet terdapat di Kecamatan long apari dan long pahangai.

 

   

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 22:27 Written by Admin Saturday, 06 December 2008 22:23

There are no translations available.

In West Kutai, Barong Tongkok is a Subdistrict. Barong Tongkok used to be a residence of district chief in Sentawar's Kingdom, where Sentawar Kingdom itself was a part of the kingdom of Kudukng (refers to Kutai Kingdom). Kudukng (dayakenese Accent to mention Kudungga) was the first King of Kutai Kingdom in the 14th Century. The word 'kutai' itself  is not refering to one ethnic gropup or someone, but it become more popular since the researcher or writer about the history of the Kingdom often refer the Word Kutai in their papers. Among Dayakenese there were a behaviour when someone in their group turn his belief or religion into Islam or muslim, the person would be called 'Haloq' which is often refer to Kutainese which most of them are moslems. Shortly the Word Kutai means area/teritory where the Kingdom reigned specially Dayakenese whom their ancestors were Tulur Aji Jejangkat and Mook Manor Bulatn.
Nowdays Barong Tongkok is become a part os Sendawar City which is the Central of Governmental in Wes Kutai. Sendawar City consist of three different Sub district which are Barong TOngkok itself, Sekolaq Darat, and Melak. Almost entire govermental Office situated in Barong Tongkok Except Forestry Departement and Health Departement which is still in Melak. Thus, Barong Tongkok has growing faster than the other area similar to the other Regency City is.
Subdisrict Head, Theresia, S.Pd, M.Si. is the 13th subdistrict head and was the first woman who take the control upon Barong Tongkok subdistrict.

Figures of Barong Tongkok

Drs. Yurnalis Ngayoh (ex East Borneo Governor 2008)

History

Initially, Barong Tongkok Subdisrict was including the residence of district chief area of Sendawar. This area was also became the part of Kutai Regency. This area was eshtablish on 1952, the residence of district area was continued until 1977. Barong Tongkok subdistrict itself was establish on 1963.

   

Facebook Kami

JoomlaWatch Agent

JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej Koval
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday115
mod_vvisit_counterYesterday382
mod_vvisit_counterThis week497
mod_vvisit_counterLast week3555
mod_vvisit_counterThis month26538
mod_vvisit_counterLast month60442
mod_vvisit_counterAll days201197

We have: 5 guests online
Your IP: 38.107.179.207
 , 
Today: Jan 29, 2012

polling ii

Menurut kamu, Sendawar.com ini secara umum bagaimana?





Results